Perihal Merasa Cukup
Yang kita anggap kurang, ternyata bisa menjadi lebih bagi orang lain
Yang kita anggap biasa, ternyata bisa menjadi istimewa bagi orang lain
Yang kita anggap berat, ternyata bisa menjadi "tidak ada apa-apanya" bagi orang lain
Dialog pagi ini membuat hati dan pikiran saya kembali terbuka: hal yang saya anggap "kurang" ternyata adalah "lebih" yang perlu dipahami lagi.
Satu tahun belakangan ini bagi saya bukan waktu yang menyenangkan untuk dilewati. Kehilangan teman kantor yang sudah serasa saudara, melakukan hal-hal baru dengan perasaan "sendirian", terkadang. Dan banyak hal tidak terlalu menyenangkan yang membuat hati ini terasa "kurang".
Tuhan masih sayang. Dia mengirimkan seorang tua yang merindukan anaknya dan bercerita panjang lebar kepada saya pagi ini. Dia bilang betapa dia berharap anaknya bisa mengunjunginya lebih lama daripada biasanya.
"Kapan ya Farah bisa kerjanya seperti mbak Nisa?"--padahal anaknya si tante ini kerja di salah satu perusahaan besar di Indonesia.
Hati saya tersentak.
"Jangan ah tante, kalau kerja kaya saya gajinya kecil" kata saya.
Lalu tante menjawab, "Kerja itu salah satu cara mencari rejeki, rejeki itu tidak hanya gaji. Bisa nengokin orang tua seperti ini ya juga rejeki yang harus disyukuri, to Mbak"
Seperti diremet-remet hati ini.
------
Sejak kapan saya berpikir sempit soal rejeki seperti saat ini? Betul. Rejeki itu bukan hanya soal gaji.
Kelapangan waktu, ketenangan jiwa, kesempatan untuk membahagiakan orang tua adalah rejeki.
Mungkin saja karena selama ini saya terlalu fokus dengan semua kehilangan dan kesedihan, sehingga semua sering terasa kurang.
Pagi ini, dari sebuah sapaan kecil dan obrolan ringan singkat dengan si Tante, saya diingatkan, saya disadarkan. Memang lah benar manusia adalah tempatnya khilaf dan lupa. Iya, apapun pekerjaan dan berarpun penghasilannya, kita sebagai manusia pada dasarnya hanya menerima kebaikan Allah SWT. Cukuplah kita bergantung dengan Nya yang Maha Mencukupi.
Robert Capa menulis, If your pictures are not good enough, you are not close enough.
Ringan hati ini rasanya, seperti--kalau kata payung teduh--"sunyi ini merdu seketika..." :)
Yogyakarta, 6 Desember 2022
Comments
Post a Comment