BIMBANG

Ada kalanya kita merasa muak. Lelah mengasihani diri sendiri. Tak juga usai menelan kecewa yang itu-itu saja alasannya. 

Rasanya sudah berjuang sekuat tenaga. Sudah mengikhlaskan hal-hal yang lupa diapresiasi padahal sudah ditunaikan mati-matian. 

Sampai di titik: Cukup. Mungkin saat nya menemukan tempat baru yang lebih bisa menghargai usaha mati-matian ini.

Hhh... padahal di hati kecil masih mengimani, bahwa kebaikan atau keburukan sebesar biji sawi pun akan ada perhitungannya. Yang dibutuhkan hanya SABAR, tapi ternyata SABAR bukan sekedar "hanya". 

Waktu tunggu ini terasa lama sekali karena dilewati sendiri. Entah sampai kapan diri ini bisa berusaha agar tetap baik-baik saja. Walau terus-terusan terluka karena kecewa yang itu-itu saja. 

Hai jiwa yang berusaha terus kuat. 

Semoga sabar terus mengiringi dalam panjatan doa untuk dipertemukan dengan orang-orang baik yang menyamankan. 


Comments

Popular Posts