Tentang kehilangan dan upaya membesarkan hati
Tentang kehilangan dan upaya membesarkan hati...
Dalam beberapa minggu ini, beberapa teman terdekat mengirimkan pesan kehilangan atas seseorang yang berarti bagi hidup mereka.
Setiap kabar duka yang sampai selalu membuat saya tertegun dan berpikir: apa yang harus saya ucapkan agar hati yang kehilangan itu merasa lebih nyaman, semantara saya pun paham tidak mungkin ada kenyamanan dalam rasa kehilangan--mungkin seperti ada lubang besar di hati yang entah akan ditutup oleh apa.
Tidak ada yang akan terbiasa dengan kepergian orang-orang tersayang. Walau memang terdengar konyol, beberapa orang (bahkan) sudah berlatih mempersiapkan diri jauh-jauh waktu agar hati tidak terlalu layu,namun kenyataannya, di hari kepergian tetap saja hati diisi sendu.
Maka bagi saya, untuk mereka yang kemarin dan saat ini dalam sebuah duka atas kehilangan seseorang yang tersayang, sungguh saya ingin mengucapkan:
'bersedihlah, lemah sesekali tak apa-apa, menangislah yang keras. Tidak masalah merasa limbung dan bingung; tidak apa-apa merasa takut; terimalah penyesalan yang muncul; tidak perlu buru-buru membesarkan hati, kehilangan ini mungkin adalah jeda--dunia sedang berkata "tidak apa-apa" untuk air matamu yang selalu kau simpan dengan baik tapi terasa menyesakkan.'
Tuntaskan saja sedih mu dalam duka dan luka yang menganga. Walau entah sampai kapan waktu bisa membuat kehilangan ini akan terasa 'baik-baik saja'. Tetapi semoga tangan Tuhan turut membantu membesarkan hatimu untuk menerima dan mengikhlaskan waktu yang telah habis untuk saling membersamai.
Maafkan, jika saya bukan penghibur yang baik untuk duka kehilangan kalian. Tapi saya barisan terdepan untuk merangkul rapuh yang mungkin sesekali datang.
Tidak perlu terburu-buru membesarkan hati,
yang rapuh butuh waktu untuk sembuh,
Di hati ini, aku memanjatkan doa lirih, agar Tuhan memberikanmu kehilangan yang baik, yang diiringi rasa ikhlas, yang rimbun dengan rasa syukur, dan memberikan hangat untuk hatimu yang (mungkin) terasa sangat hampa saat ini.
Tidak apa-apa untuk diam sejenak.
pun menangis menuntaskan sedih.


Comments
Post a Comment