Cerita Lain
Terkadang kita membutuhkan "nasib buruk" untuk tahu siapa orang-orang yang pantas dipertahankan dan siapa yang perlu dilepaskan.
Sering dengarkan kalimat "keep your circle small" , tapi buat saya, kalimat ini menjadi tidak terlalu benar. Terkadang yang bisa kita lakukan adalah membiarkan circle kita terbuka selebar-lebarnya, dan kemudian akan ada momen-momen yang akan melakukan seleksi secara natural untuk siapa-siapa yang akan bertahan dan harus dipertahankan.
Satu hal yang sebenarnya harus dibuat "keep small", adalah ekspektasi kita kepada manusia. Menaruh harapan kepada manusia artinya kamu harus mempersiapkan rasa kecewa. Jadi jika tidak ingin kecewa, maka berhentilah menaruh harap dan berekspektasi besar kepada manusia lain. Seberapa baik dan hebatnya manusia itu tampil di dalam hidupmu, manusia tetaplah manusia--yang penuh keterbatasan dan banyak keinginan.
Beberapa waktu lalu saya ada di kondisi yang redup. Rasanya seperti sudah berlari lebih kencang, lebih jauh, namun ternyata salah jalan. Tapi untungnya saya punya pemahaman: hidup bukanlah perlombaan, jadi selalu ada waktu untuk menemukan kembali jalan yang benar, tanpa harus takut (merasa) tertinggal. Saat itu, ketika saya sadar kalau saya salah jalan, padahal tenaga saya sudah tidak lagi banyak, di situ Tuhan bercerita hal lain kepada saya.
Beberapa kali saya membuat panggilan untuk menghubungi beberapa orang, betapa terkejutnya saya ketika orang yang sangat saya harapkan malah menolak panggilan saya. Sedih? pasti. Kecewa? iyalah. Tapi cerita tidak berhenti di situ, tiba-tiba saya menerima panggilan dari beberapa orang yang selama ini tidak terlalu saya perhitungkan, namun ternyata datang untuk menawarkan bantuan. Di sini lah saya belajar sesuatu, bahwa pengetahuan manusia tentang manusia lainnya adalah sangat terbatas. Tak perlulah membuang waktu untuk mempelajari orang lain atau berusaha menjelaskan diri sendiri kepada orang lain, karena pada akhirnya akan ada momen-momen di mana semua warna manusia sangat jelas terlihat.
Pelan-pelan saya menemukan jalan pulang, dengan cara mencari bantuan yang diperlukan dan menerima bantuan yang ditawarkan. Lelah rasanya. Namun merasa bersyukur bahwa ada pemahaman baru yang bisa saya terima tentang kehidupan ini. Kadang, kita butuh tersesat untuk dipertemukan dengan sesuatu yang berharga. Kadang, kita perlu kecewa untuk bisa belajar banyak hal dari nya. dan kadang, kita hanya perlu 'menerima' semua kondisi yang datang dalam hidup kita--dengan pemahaman yang baik.
Untuk orang-orang yang menawarakan bantuan di perjalanan saya kemarin, saya ucapkan terima kasih, semua tawaran itu sangat berharga dan penuh makna bagi saya. Semoga Tuhan membalas dengan banyak kebaikan dan pertolongan-pertolongan yang disiapkan Tuhan untuk masa sulit kalian.
Untuk siapapun yang saat ini dalam keadaan redup, maka bertenanglah.
Ingatlah, pengetahuan manusia tentang dunia bahkan dirinya sendiri sangatlah terbatas. Jadi tetaplah berprasangka baik kepada Tuhan walau terasa sangat sulit dan penuh kesedihan. Cepat atau lambat, kita akan paham, mengapa Tuhan tidak memberikan apa yang kita inginkan dan mendekatkan kita dengan apa yang tidak kita sukai. Sering, Tuhan memiliki cerita lain yang lebih baik untuk umatNya.


Comments
Post a Comment